Selasa, 17 Maret 2009

Pyroclastic

Pyroclastis adalah material yang berupa blok-blok akibat guguran lava gunung api, batu-batu besar dan debu vulkanik sebagai awan panas.
Pyroclastic flow terdiri dari 2 macam yaitu:
  1. Aliran material pyroclastic yang meluncur dari kubah lava menuruni lereng. Material bawah berupa blok-blok lava dan batuan besar hingga kecil dan diatasnya berupa awan panas. Aliran terjadi karena tekanan gas yang tinggi. (merupakan ciri khas fenomena gunung Merapi-Jawa Tengah, sering disebut dengan nama wedus gembel).
  2. Aliran material pyroclastic yang langsung terlontar keudara bersamaan dengan letusan gunung api. Aliran ini mengkibatkan tertutupnya langit disekitar letusan dan jatuhannya bisa mengakibatkan kerusakan besar hingga jarak puluhan kilometer. Apabila material panas jatuh ke laut dalam jumlah besar bisa mengakibatkan terjadinya gelombang pasang bahkan tsunami.

Lanjut baca ya.......

Debris Flow

Setiap aliran yang mengangkut sedimen bisa dikatakan sebagai debris flow, baik itu sedimen tanah pada aliran sungai maupun material yang lebih kasar. Bahkan material akibat dari letusan gunung api, tanah longsor dan akibat fenomena alam lainnya yang bisa mengakibatkan pengaliran sedimen.

Debris flow merupakan campuran antara material padat berupa batu, pasir, kerikil dan kadang kala batang-batang pohon, bercampur air meluncur dengan kecepatan tinggi dan mempunyai daya rusak tinggi. (apabila berada pada lereng atau aliran yang curam dan merupakan akibat dari letusan gunung api atau longsor)
Lanjut baca ya.......

Jumat, 13 Maret 2009

Gerakan Tanah dan Longsoran

Gerakan tanah merupakan suatu gerakan menuruni lereng oleh massa tanah dan atau batuan penyusun lereng akibat terganggunya kestabilan tanah atau batuan penyusun lereng tersebut.

Longsoran tanah adalah pergerakan massa tanah melalui suatu bidang luncur pada lereng baik berupa bidang miring atau lengkung.

(Skempton dan Hutchinson (1969), Chowdhury (1978), Varnes (1978))

Gerakan tanah dapat terjadi apabila ada faktor pemicu yang mengakibatkan terganggunya kestabilan lereng sehingga gaya penahan lereng lebih kecil dari gaya penggerak lereng.

Faktor pengontrol kestabilan lereng adalah kemiringan lereng, pelapisan batuan, adanya patahan, retakan pada bidang lereng yang membentuk zona lemah lereng dan kondisi hidrologi (tata air) lereng.

Faktor pemicu terjadinya gerakan tanah yaitu:
  • Infiltrasi (resapan) air, mis : air hujan dan kolam/ saluran irigasi yang tdk kedap air.
  • Getaran, mis : gempabumi, ledakan atau getaran kendaraan berat pada lereng.
  • Pemanfaatan lahan pada lereng yg tdk tepat :
  • Pembebanan lereng yang berlebihan (mis : oleh rumah/ bangunan & pohon yang terlalu lebat).
  • Pemotongan lereng tanpa perhitungan
(Sumber: Bahan kuliah MPBA UGM)
Lanjut baca ya.......

Senin, 09 Maret 2009

Salam Pembuka

Selamat datang pembaca semua.......

Senang akhirnya saya bisa menuangkan dan berbagi pengetahuan tentang segala fenomena alam.

Semoga tulisan ini dapat bermanfaat dan apabila ada kesalahan tentang materi penulisan, kritik dan saran sangat penulis harapkan.

Salam hangat dari saya
Penulis
Lanjut baca ya.......